Monday, May 29, 2017

ARQUATAD 2 HT-75 Indonesia

Arquat 2HT-75 adalah bahan bahan aktif pelembut pakaian yang memiliki sifat kationik.

Cationic softeners adalah bahan pelembut pakaian yang bersifat kationik, memperlihatkan tingkat kelembutan yang terbaik sehingga banyak digunakan pada industri tekstil, laundry dan rumah tangga. 

Bahan Pelembut Cationic Softener memilki kemampuan daya tarik-menarik terhadap hampir semua jenis bahan fiber dan  biasanya diaplikasi pada metode exhaust. 

Satu-satunya masalah adalah tidak kompatible dengan sifat anionik ( seperti bahan pemutih pakaian, bahan pencelupan ) dan juga efek kuning yang mudah terjadi bila dibandingkan dengan sifat non-ionic softener. Cationic Softener umumnya digunakan pada bahan-bahan kain/ tektil yang berwarna. 

Specification :








Product Characteristics

Arquad 2HT-75 is 75% dihydrogenatedtallow dimethylammonium chloride in water/isopropyl alcohol. This product is an excellent fabric softener.

Example Formulation

For 7% Quaternary Actives:

Arquad 2HT-75                                         9.33 %
Fragrance                                                 0.75 %
Optical brightener                                     as desired
Dye                                                           as desired
Deionized water                                        balance
10% CaCl2 solution to adjust viscosity


Mixing Directions:

Heat the deionized water to 60º C and melt the Arquad 2HT-75. Slowly add the Arquad 2HT to the water with high shear stirring. At the completion of the addition, add a small amount of salt solution (suggested 0.3 %) to lower viscosity. Cool the system to 40º C. Add the desired amounts of the optical brightener and then the fragrance. Agitate for about ten minutes to insure proper dispersion of the brightener and fragrance. If necessary, add slightly more salt solution to lower the viscosity. Add the dye and then cool to room temperature.

Wednesday, May 17, 2017

Morpholine sebagai corrosion protection untuk aplikasi perawatan boiler

Morpholine is a common additive, in parts per million concentrations, for pH adjustment in both fossil fuel and nuclear power plant steam systems. Morpholine is used because its volatility is about the same as water, so once it is added to the water, its concentration becomes distributed rather evenly in both the water and steam phases. Its pH-adjusting qualities then become distributed throughout the steam plant to provide corrosion protection. Morpholine is often used in conjunction with low concentrations of hydrazine orammonia to provide a comprehensive all-volatile treatment chemistry for corrosion protection for the steam systems of such plants. Morpholine decomposes reasonably slowly in the absence of oxygen at the high temperatures and pressures in these steam systems.

Source :
https://en.wikipedia.org/wiki/Morpholine

Pengendapan material pada air umpan boiler dapat mengakibatkan menurunnya efektifitas perpindahan panas sehingga menyebabkan penggunaan bahan bakar menjadi boros, metal bersuhu tinggi bahkan bisa mengakibatkan kerusakan. Pengendapan juga merupakan masalah yang paling serius pada Boiler, bisa juga menyebabkan masalah-masalah pada sistem sebelum dan sesudah Boiler.

Korosi (pengkaratan) tidak hanya menyebabkan gangguan pada daerah yang kena karat, tapi juga bisa menghasilkan kontaminan oxyda logam yang pada tingkat yang serius bisa timbul ditempat lainnya. Karena semuanya berkaitan dengan pengolahan air, bila terjadi pembentukan pengendapan (deposit) dan korosi maka harus dikoreksi dan dicegah agar dapat tercapai hasil yang memuaskan. Penyebab terjadinya korosi adalah karena adanya oksigen (O2) yang terlarut dalam air.

Untuk menghilangkan senyawa O2 (oxygen) dalam air agar tidak terjadi korosi dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya adalah sebagai berikut:


  • Deaerator, Fungsi dari alat ini ialah untuk menghilangkan gas-gas yang terlarut dan memanaskan air dengan cara mengkontakan langsung antara steam tekanan rendah dengan air. bila temperature air naik maka kelarutan oxygen akan berkurang karena keluar lewat venting.
  • Penambahan Hydrazine Hydrate (N2H4), Pada temperature diatas 2700C maka hydrazine akan berubah menjadi Ammonia ( NH3 ) dan Nitrogen. Bila reaksi lambat maka  jumlah Hydrazinnya bisa di tambah. Untuk meyakinkan bahwa O2 yang terlarut itu habis maka ditentukannya bahwa Hydrazine itu harus berlebih (Hydrazine rasidual). Pada umumnya untuk Boiler yang tekanan operasinya kurang dari 40 kg / cm2G maka residual N2H4 nya berkisar antara 0.1 ~ 0.3 ppm (part per million = per satu juta), untuk yang bertekanan lebih dari 40 kg / cm2 G berkisar pada 0.05 ~ 0.1 ppm.
  •  Volatile Treatment atau Zero Solid Treatment.adalah pemakaian chemical yang mudah menguap (volatile chemical) , seperti ammonia / morpholine atau cyclohexyl amine. Untuk mengontrol pH..Bahan ini di injeksikan kedalam Boiler water yang berfungsi untuk menjaga pH pada Boiler water, agar cukup tinggi untuk pencegahan korosi.
  • Injeksi (PO4 ) dan Alkali ( NaOH ) dilakukan secara langsung ke ketel maksudnya adalah untuk menghindari mengendapnya garam – garam Calsium Posphate, Magnesium Silicate, Calsium Carbonate, dsb, secara dini pada sistem. Endapan tersebut diatas dapat menimbulkan korosi didaerah pipa-pipa feedwater yang mana tidak ada methoda untuk mengeluarkannya, sedangkan di ketel  kita bisa membuang endapan- endapan tersebut dengan melakukan Blowdown. Alkali (NaOH) diinjectkan pada angka minimum yang dibutuhkan untuk menaikan pH secukupnya untuk mengendalikan korosi, bahan tersebut dimasukan bersama POSPHATE kedalam ketel.
Jual Morpholine , kemasan 200 kg/dr. stok tersedia, Harga bersaing selengkapnya jangan sungkan hubungi kami.

Mike
02130338599, WA 085894436642
michael@sanminglobe.com