Tuesday, May 29, 2018

Cairan Pencegah karat untuk wet blasting

Sanmin Guard adalah cairan Pencegah karat yang efektif mencegah karat untuk berbagai aplikasi seperti wet blasting, epoxy coating, cutting oil, DLL.

Dosis penggunaan 0.5-1%.


Next " Morpholine as corrosion inhibitor "

Selengkapnya jangan sungkan hubungi Kami.

Michael T.
WA  0858-94436642
michael@sanminglobe.com

Tuesday, May 15, 2018

Sodium Hydroxymethylglycinate

Sodium Hydroxymethylglycinate is a preservative derived from the naturally occurring amino acid, glycine. It is often used in cosmetics and skin care products as a natural alternative to parabens, although the process used to create Sodium Hydroxymethylglycinate requires synthetic actions. It is considered an effective preservative because of its ability to cover a broad spectrum of microbes and protect formulas against bacteria, yeast and mold. Sodium Hydroxymethylglycinate is used at extremely low concentrations between .1% to 1% and is seen in skin care products, as well as in hair conditioners.


Safety Measures/Side Effects:

The Cosmetics Database has found Sodium Hydroxymethylglycinate to be a low hazard ingredient, and non-irritating, nonsensitizing, non-toxic by skin absorption and non-mutagenic. However, even at concentrations less than 1%, this ingredient has been shown to cause skin and eye irritation and may be more irritating than the parabens it is replacing.

Sodium Hydroxymethylglycinate also has the potential to be contaminated with formaldehyde, and can also break down into formaldehyde, a known carcinogen, toxin and irritant that is rated as a high hazard by the EWG. However, this is not considered to be a frequent occurrence, and the amounts of formaldehyde resulting from Sodium Hydroxymethylglycinate is negligible.

Facts about Sodium Hydroxymethylglycinate : 
1. Sodium Hydroxymethylglycinate is a naturally derived preservative that is effective in both hydrophobic and hydrophilic solutions to prevent the growth of bacteria and microbes.  
 
2. It is an inert salt that has one of the lowest reaction rates of any preservative used in cosmetics. It is distilled from pure glycine, which is one of the 20 amino acids found in the human body, and precursor to human protein development.  
 
3. Unlike other preservatives, Sodium Hydroxymethylglycinate remains stable across a wide range of pH levels and temperatures, making it an ideal ingredient for cosmetics.
 

4. While it is true, it can break down into formaldehyde, it does not mean it will. There is the possibility, but unlike Ureawhich will always break down into formaldehydeSodium Hydroxymethylglycinate does not.  

For any requirement please contact us

PETROLEUM JELLY

Petroleum jelly atau petrolatum adalah campuran setengah padat hidrokarbon ( campuran white oil, microcrystalline wax and paraffin wax ). Petrolatum sendiri terbagi menjadi alami, buatan, turunan dan sintetis. Petrolatum alami diperoleh dari pemurnian minyak tanah (petroleum) untuk menghilangkan bau dan mengubah warna. Proses pemurnian ini dilakukan dengan menghilangkan warna kuning pada minyak tanah sehingga berubah menjadi putih.

Manfaat Petroleum Jelly untuk Melembapkan Kulit Kering
Pada umumnya, petrolatum memiliki wujud putih-bening dari parafin dan berminyak. Petrolatum putih dimanfaatkan untuk melembapkan kulit. Penggunaan pelembap kulit dapat membantu atasi kondisi kulit kering, khususnya yang mengalami eksim atau dermatitis. Sebagian besar kondisi kulit kering bisa disebabkan oleh faktor lingkungan, seperti:

  • Hidup di area dengan tingkat kelembapan yang rendah
  • Berada di cuaca yang sangat panas atau dingin
  • Efek berendam lama di air panas.
Adapun manfaat petroleum jelly untuk merawat dan menjaga kesehatan kulit, antara lain:
  • Berfungsi melembapkan kulit dengan membentuk lapisan minyak yang menghambat terjadinya proses penguapan air pada permukaan kulit sebagai faktor utama penyebab kulit kering.
  • Salep untuk mengurangi gesekan kulit yang bisa membuat kulit lecet. Umumnya sering ditemui pada penderita kelebihan berat badan.
  • Untuk menangani dan mengurangi tingkat keparahan penyakit kulit, seperti eksim atau eksim atopik, yaitu masalah kulit yang ditandai dengan kulit terasa gatal,bersisik, gatal-gatal, dan berwarna kemerahan.
Petroleum jelly dianggap aman jika dioleskan pada tubuh bagian luar, namun Anda perlu berhati-hati pada penggunaan di sekitar hidung karena bisa menyebabkan terhirupnya gel atau sebagian substansi lipid ke dalam sistem pernapasan. Jika dibiarkan dalam waktu yang lama, kondisi ini bisa membahayakan karena berisiko menyebabkan gangguan serius pada paru-paru, yaitu pneumonia lipid atau penyakit yang disebabkan adanya timbunan lemak di alveoli yang bisa mengakibatkan nyeri dada, batuk, dan napas pendek.

Bagaimana Cara Mengambil Manfaat Petroleum Jelly dengan Aman?
Manfaat petroleum jelly untuk mengatasi kulit kering secara lebih efektif bisa didapatkan jika digunakan secara rutin, khususnya sebelum atau sesudah mencuci pakaian. Mandi dengan air panas dan sabun cuci cenderung menghilangkan minyak pelembap alami kulit. Ikuti petunjuk pemakaian petroleum jelly untuk mengembalikan kehalusan, kelembutan, dan kelembapan kulit Anda.

Perlu diketahui juga bahwa kandungan parafin di dalam petrolatum bersifat mudah terbakar. Jadi, jauhi pemakaian petroleum jelly dari api, rokok, atau sumber api lainnya.

Gunakan pelembap petroleum jelly setelah mandi. Batasi waktu maksimal mandi antara 5-10 menit dengan air hangat untuk mencegah hilangnya kelembapan kulit. Keringkan dengan cara menepuk lembut badan dengan handuk yang berbahan alami, seperti katun, dan gunakan pelembap Anda. Untuk mendapatkan hasil terbaik, gunakan pakaian berbahan katun atau sutra untuk memberi oksigen bagi kulit. Hindari pemakaian baju atau celana berjenis wol untuk mencegah iritasi kulit.


Alternate name                          Mineral jelly Petrolatum
Appearance                               Amorphous swollen jelly like mass
CAS Number                              8009-03-8
Solubility                                    Insoluble in water.
                                                  Soluble in dichloromethane, chloroform, benzene, diethyl ether,
                                                  carbon disulfide and oil of turpentine.

Density @ 60 deg C, kg/L       0.840 to 0.866

Melting point                           46 to 52 deg C.


Application sector 

  • Pharmaceuticals/ Cosmetics industry 
  • Jelly filled cable 
  • Leather industry 
  • Rubber industries & printing inks
  • Other miscellaneous application including rust prevention etc


Info Pemesanan jangan sungkan hubungi kami.