CHEMICAL SUPPLIER : Bahan Pengawet Kosmetik

Thursday, September 16, 2021

Bahan Pengawet Kosmetik

 Nipagin atau Methylparaben, juga metil paraben, salah satu paraben, adalah pengawet dengan rumus kimia CH₃. Ini adalah ester metil dari asam p-hidroksibenzoat.

Rumus: C8H8O3

Nama kimia : Metil p-hidroksibenzoat, Metil parahidroksibenzoat, Metil 4-hidroksibenzoat, dan Metil paraben

Bentuk : kristal kecil, tidak berwarna atau serbukkristal, putih; tidak berbau atau berbau khas lemah; mempunyai sedikit rasa terbakar

Kelarutan : Sukar larut dalam air, dalam benzene, dan dalam karbon tetraklorida; mudah larut dalam etanol dan dalam eter

Massa molar: 152,15 g/mol

Titik didih: 275°C

Methylparaben dipakai untuk mencegah pembusukan dan kontaminasi dari jamur sehingga produk tahan terhadap jamur dan mikroba dalam beberapa jangka waktu.

Methylparaben bisa ditemukan pada produk seperti:

   1. Kecap

   2. Sereal

   3. Produk roti

   4. produk susu beku

   5. Minyak dan lemak

   6. Selai

   7. Sirup

   8. Produk coklat dan kakao

   9. Minuman kaleng

  10. Bumbu-bumbu kemasan

  11. Produk daging, ikan dan unggas


Sedangkan pada kosmetik, Methylparaben sering ditemukan pada:

   1. Pelembab wajah

   2. Produk anti-penuaan

   3. Pewarna rambut

   4. Produk pemutihan kulit

   5. Gel cukur

   6. Pembersih wajah

   7. Spray

   8. Shampo dan conditioner

   9. Maskara

  10. Eye shadow

  11. Alas bedak


“Dalam produk kecap, batas maksimum penggunaan yang diijinkan adalah 250 mg/kg. Dalam makanan lain kecuali daging, ikan dan unggas, batas maksimum penggunaan adalah 1000 mg/kg.

Dra Kustantinah " berdasarkan kajian persyaratan di beberapa negara seperti Kanada, Amerika Serikat, batas maksimum penggunaan nipagin dalam pangan yang diijinkan adalah 1000 mg/kg. Sedangkan di Singapura dan Brunei Darussalam, batas maksimum penggunaan dalam kecap 250 mg/kg dan di Hongkong sebesar 550 mg/kg."

Nipagin dan Nipasol adalah bahan pengawet adalah bahan  yang banyak  digunakan untuk memberikan perlindungan kepada sediaan kosmetik dari pencemaran baik pada saat digunakan maupun pembuatan yang disebabkan pertumbuhan kuman. 


Apabila tidak digunakan bahan pengawet maka bakteri apalagi jamur yang dapat tumbuh pada suhu ruangan dapat berkembangbiak pada sediaan. Kemudian dapat menghasilkan zat-zat yang menyebabkan sediaan tersebut menjadi rusak. Misalnya timbul bau tengik, warna berubah, menjadi lembek, pH nya berubah dan berbagai jenis kerusakan lainnya.



Nipasol 

Rumus molekul: CH3(C8H8(OH)COO) atau C10H12O3

Nama kimia : Propil p-hidroksibenzoat, Propil parahidroksibenzoat,

Propil 4-hidroksibenzoat, dan Propil paraben


Berat Molekul : 180,20 g/mol

Bentuk  : Serbuk putih atau hablur kecil, tidak berwarna


Kelarutan : Sangat sukar larut dalam air; mudah larut dalam etanol, dan dalam eter; sukar larut dalam air mendidih


Nipagin dan nipasol digunakan sebagai pengawet antibakteri dan antifungi. Mereka mempunyai keuntungan yaitu  aktif pada pH 4 sampai 8 walaupun mereka umumnya aktif pada larutan asam, tetapi mempunyai aktivitas antimikroba baik dalam suasana asam maupun basa. Kelarutan dalam air tergantung pada panjang rantai alkil. Semakin panjang rantai alkil, kelarutannya akan berkurang

Nipagin dan nipasol digunakan sebagai pengawet antifungi dan antibakteri dalam kosmetik, farmasi, dan makanan. Pengawet ini banyak ditemukan dalam kosmetik berbahan dasar air seperti krim dan lotion dalam konsentrasi maksimal 0,3%, sedangkan dalam makanan konsentrasi maksimal 0.1%. Batasan yang biasa diterima oleh tubuh yaitu 10 mg/kg berat badan untuk setiap harinya (Reynold, 1972).



PT. Sarana Mitra Inti Global

michael@sanminglobe.com


No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.