CHEMICAL SUPPLIER : nonionik softener
Showing posts with label nonionik softener. Show all posts
Showing posts with label nonionik softener. Show all posts

Sunday, December 21, 2025

ETHONAS FAE 7

Ethonas FAE-7 adalah jenis surfaktan non-ionik yang dihasilkan dari reaksi antara alkohol lemak (C12-C14) dengan etilen oksida (EO) sebanyak 7 unit. Ini sama dengan Alkyl alcohol (C12-C14) Ethoxylate dengan EO 7


Manfaat dan kegunaan Ethonas FAE-7:

  • Agen pembasah:
    Meningkatkan kemampuan air untuk menyebar dan menembus permukaan.
  • Agen pengemulsi:
    Membantu mencampur bahan yang tidak dapat bercampur, seperti minyak dan air.
  • Agen pembersih:
    Efektif menghilangkan kotoran dan minyak dari permukaan.
  • Releasing agent:
    sebagai bahan campuran untuk aplikasi releasing agent atau membantu melepaskan produk dari cetakan atau permukaan lainnya.
     


Name : Alkyl alcohol (C12-C14) Ethoxylate

CAS number :  68439-50-9

Type  : Nonionic surfactant


APPLICATIONS:

  • Homecare and I&I cleaner 
  • Emulsifying agent
  • Chemical intermediates
  • Textile auxiliaries
  • Metal working fluid

Tersedia kemasan 205 kg/dr.








Next Topics 


Thursday, May 9, 2024

NONIONIK SURFAKTAN ( NONIONIC SURFACTANT )

Nonionik surfaktan adalah jenis surfaktan yang tidak memiliki muatan listrik pada bagian hidrofiliknya. Mereka sering digunakan dalam produk pembersih karena biasanya lebih lembut terhadap kulit dan cenderung tidak membentuk busa yang berlebihan. Karena sifat-sifat ini, nonionik surfaktan juga populer sebagai agen degreasing (penghilang lemak) dalam berbagai aplikasi


Berikut adalah beberapa contoh nonionik surfaktan yang sering digunakan sebagai agen degreasing:

Alcohol Ethoxylates:
Surfaktan ini berasal dari reaksi antara alkohol berantai panjang dengan etilen oksida. Mereka sangat efektif dalam mengemulsi minyak dan lemak, membuatnya cocok untuk penggunaan dalam produk degreasing dan pembersihan.

Alkylphenol Ethoxylates (APE):
Meskipun penggunaannya menjadi kontroversial karena masalah lingkungan, jenis surfaktan ini telah lama digunakan dalam produk pembersih dan degreasing karena kemampuannya dalam mengemulsi lemak dan minyak.

Ethoxylated Fatty Alcohols:
Ini adalah kelas surfaktan nonionik yang banyak digunakan dalam deterjen, sabun, dan produk pembersih lainnya karena sifatnya yang efektif dalam mengemulsi lemak tanpa menyebabkan kerusakan berlebihan pada permukaan atau kulit.

Ethoxylated Amine Oxides:
Jenis surfaktan ini sering digunakan dalam produk pembersih dan dapat membantu meningkatkan stabilitas busa sekaligus memberikan efek degreasing yang baik.

Polysorbates:
Kelompok surfaktan ini sering digunakan dalam makanan dan kosmetik, tetapi juga memiliki kemampuan mengemulsi yang baik dan dapat digunakan dalam beberapa produk pembersih.

Sorbitan Esters (Spans dan Tweens):
Surfaktan ini sering digunakan sebagai emulsifier dalam berbagai aplikasi industri dan pembersihan. Mereka juga memiliki kemampuan degreasing yang baik.

Nonionik surfaktan sering dipilih karena sifatnya yang lebih lembut dibandingkan dengan surfaktan anionik, serta kemampuannya untuk bekerja efektif dalam berbagai kondisi, termasuk lingkungan dengan tingkat pH yang lebih luas dan air yang keras. Nonionic Surfactant juga cenderung kurang menyebabkan iritasi kulit, sehingga lebih aman untuk produk yang kontak dengan manusia.


PT. SARANA MITRA INTI GLOBAL


Next Topics :



Monday, November 21, 2016

BAHAN PELEMBUT PAKAIAN

Pelembut pakaian adalah bahan yang memberi nilai tambah pada proses akhir  industri tekstil, tidak ada satupun proses produksi tekstil yang tidak memerlukan bahan pelembut tersebut. Pelembut kain/tekstil memberikan efek lembut ditangan, mempermudah proses, dan mencapai hasil penanganan yang diinginkan. Lembut ditangan pada saat disentuh adalah bagian yang amat penting dalam hal pemasaran bahan-bahan tekxtil.

Manfaat  Bahan Pelembut Pakaian secara estetika sebagai berikut :
* Memberikan bahan kain yang diinginkan, biasanaya digambarkan secara imajinasi seperti : lembut, penuh, super lembut, halus, elastik, kering, dll.

* Memberikan pengaruh yang positif secara teknologi seperti antistatik, kemampuan menyerap air, elastis, tahan gesekan, dll.

* Memberikan efek yang alamai pada sintetik fiber dan juga mencapai efek lanjutan seperti antistatik, lembut dan sejuk.

Beberapa hal yang diingikan oleh bahan pelembut pakaian sbb :

> Penanganan yang mudah ( bentuk cairan, mudah dipompa, dan larutan yang stabil )
> Memiliki  kecocokanyang baik terhadap bahan-bahan kimia, dan mudah dalam hal pencampuran.
> Tahan temperatur panas, tidak mudah mengalami penguapan oleh air  yang menguap.
> Tidak menimbulkan efek kuning pada bahan kain.
> Tidak menimbulkan efek gesekan.
> Tidak terjadi perubahan warna, tahan pada saat penggarukan, tidak ada sisa-sisa kotoran yang melekat        pada roller.
> Regular and complete bath exhaust 
> Sprayable 
> Tidak beracun, bebas caustic, tidak korosif. 
> Tidak merusak lingkungan dan aman penggunaannya.
> Dermatologically harmless 
> Tidak ada larangan dan penyimpanan, mis : karena bahan yang mudah meledak.

Jenis-jenis bahan Pelembut Pakaian
Non-ionic softeners 
Memiliki sifat yang tidak memiliki sifat negatif maupun positif. Nonionic Softener dapat digabungkan secara meluas, tahan pada temperatur dan tidak menimbulkan efek kuning.  Produk ini adalah sangat bahan pada proses akhir yang menggunakan bahan OBA/ bahan pemutih pakaian. Tingkat kelembutan kategori biasa saja.

Cationic softeners 
Cationic softeners  memperlihatkan tingkat kelembutan yang terbaik sehingga banyak digunakan pada industri tekstil, laundry dan rumah tangga. Cationic Softener memilki kemampuan daya tarik-menarik terhadap hampir semua jenis bahan fiber dan  biasanya diaplikasi pada metode exhaust. Satu-satunya masalah adalah tidak kompatible dengan sifat anionik ( seperti bahan pemutih pakaian, bahan pencelupan ) dan juga efek kuning yang mudah terjadi bila dibandingkan dengan sifat non-ionic softener. Cationic Softener umumnya digunakan pada bahan-bahan kain/ tektil yang berwarna. Product name : TEX-SOFT 90 PLM, ARQUAD 2HT-75

Amphoteric softeners 
Amphoteric Softener biasa digunakan untuk aplikasi khusus dan bahan tekstil berwarna putih, memberikan efek bahan tekstil yang mudah menyerap air dan kemampuan antistatik yang sama baiknya. Amphoteric Softener sangan sensitif terhadap kulit dan sering juga mudah terurai. Aplikasi utama  pada bahan higienis dan kain handuk.

Anionic softeners 
Anionic softeners kurang digunakan karena suatu sebab seperti kurang lembut namun demikian ada beberapa masih mengunakan bahan tersebut untuk aplikasi tertentu.
* Proses rewetting yang baik
* Memiliki efek anti kerut pada proses pencelupan
* Berlakuk untuk satu bak penampungan dengan bahan anionic seperti bahan pemutih pakaian.
* Bermanfaat pada proses pengangkatan bahan sehingga memberikan efek lembut dan efek antisatatik.
* as a sizing fat 

Softener specialities 
Pseudo-cationic softeners 
Pseudo-cationic softeners can be classified between non-ionic (average handle) and cationic (yellowing) products. They take on a certain compromise, i.e. they can be used on white fabrics still having a good affinity and about the same soft handle as cationic products, providing that the drying temperature or condensation or thermofixation is not too high. 

Silicone micro emulsions or Amino Silicone 
Silicone Micro Softener memiliki peranan yang amat penting bagi perusahaan yang bergerak dibidang pelembut tekstil. Dengan ukuran partikel yang kecil memungkinkan bahan tersebut menyerap kedalam bahan tekstil sehingga memberikan efek kelembutan yang lebih baik ( super soft ). Antikerut, tahan gesek, elastis dan stabil pada saat proses pencelupan.

Next Topics