CHEMICAL SUPPLIER : cyclohexilamine
Showing posts with label cyclohexilamine. Show all posts
Showing posts with label cyclohexilamine. Show all posts

Friday, June 3, 2022

CYCLOHEXILAMINE

SYNONYMS

  • Aminocyclohexane 
  • Aminohexahydrobenzene 
  • Cyclohexanamine 
  • Hexahydroaniline 
  • Hexahydrobenzenamine

Sikloheksilamin/ Cyclohexilamine digunakan terutama untuk pengolahan air industri, untuk produksi akselerator curing, untuk pembuatan pemanis sintetis dan dalam industri karet untuk produksi akselerator vulkanisasi.


Applications
  • Agriculture
  • Catalysis and Chemicals Processing
  • Chemical synthesis
  • Dyestuffs, pigments and optical brighteners Food industry and auxiliaries
  • Hardener and crosslinking agents for polymers Industrial Water Treatment
  • Lubricants and oils
  • Manufacturing of diabetics
  • Manufacturing of herbicides and pesticides Manufacturing of insecticides / acaricides Manufacturing of pharmaceutical agents Manufacturing of sweeteners
  • Manufacturing of textile dyestuffs
  • Petroleum
  • Polymer auxiliaries
  • Polymers, Polymerisation initiator Specialities, Stabilizers for explosives


Pasar volume terbesar untuk sikloheksilamina/ Cyclohexilamine adalah sebagai inhibitor korosi untuk pengolahan air boiler. Perusahaan jasa pengolahan air seringkali memformulasi sikloheksilamina/ Cyclohexilaminedengan amina lain, terutama morfolin/ morpholine. 

Sikloheksilamin/ Cyclohexilamine  juga merupakan inhibitor korosi volume rendah dalam aplikasi ladang minyak di mana alkalinitas tinggi diinginkan.


Sikloheksilamin/ Cyclohexilamine dalam aplikasi karet

Lateks karet adalah dispersi stabil zat polimer dalam media berair dan pada dasarnya adalah sistem dua fase:
1. Fase dispersi ( fase diskontinuitas molekul karet )
2. Media dispersi ( fase kontinu berair serum )

Lateks Karet Alam ( NR Latex ) merupakan lateks yang paling banyak digunakan untuk pembuatan produk karet berbahan dasar lateks.


1. PRODUK LATEKS celup
    Proses pencelupan digambarkan sebagai :
    Perendaman bahan pembentuk ke dalam 
    senyawa lateks yang sesuai diikuti dengan
    penarikan perlahan sedemikian rupa
    sehingga terbentuk endapan seragam
    film senyawa lateks di sekitar bagian luar
    pembentuk yang selanjutnya dikeringkan,
    di lindi, di vulkanisir dan di lucuti untuk
    mendapatkan produk jadi.

    Metode pencelupan ( DIP )  di klasifikasikan
    sebagai :
    DIP lurus, DIP  tunggal, DIP multi, basah,
    DIP Coacervant, DIP Coacervant kering, 
    DIP sensitized panas dan Elektro deposisi DIP. 

    DRY COACERVANT DIPPING ( Pencelupan
    Koagulan ) Metode pencelupan yang paling
    banyak digunakan, melibatkan penggunaan
    koaservan kering seperti kalsium klorida,
    kalsium nitrat, sikloheksil amonium asetat
    & beberapa garam lainnya.

Yang pertama kemudian dicelupkan ke dalam senyawa lateks dan dibiarkan diam selama waktu yang optimal untuk membangun ketebalan yang diinginkan. Waktu tinggal tergantung pada jenis & konsentrasi koaservan dan stabilitas senyawa lateks terhadap koaservan.

Salah satu contoh larutan koaservan kering seperti di bawah ini :
Sikloheksil amonium asetat digunakan sebagai koaservan bila produk dengan kejernihan optimal diinginkan. Ini juga memberikan daya rekat yang unggul dan aksi antioksidan ringan.

Sikloheksilamin         12,4   pbw
Asam asetat glasial      7,6   pbw
Methylalkohol           80,00 pbw




For any further info please feel free to contact us.







Next Topics : 





Thursday, May 18, 2017

Morpholine sebagai corrosion protection untuk aplikasi perawatan boiler

Morpholine is a common additive, in parts per million concentrations, for pH adjustment in both fossil fuel and nuclear power plant steam systems. Morpholine is used because its volatility is about the same as water, so once it is added to the water, its concentration becomes distributed rather evenly in both the water and steam phases. Its pH-adjusting qualities then become distributed throughout the steam plant to provide corrosion protection. Morpholine is often used in conjunction with low concentrations of hydrazine orammonia to provide a comprehensive all-volatile treatment chemistry for corrosion protection for the steam systems of such plants. Morpholine decomposes reasonably slowly in the absence of oxygen at the high temperatures and pressures in these steam systems.

Source :
https://en.wikipedia.org/wiki/Morpholine

Pengendapan material pada air umpan boiler dapat mengakibatkan menurunnya efektifitas perpindahan panas sehingga menyebabkan penggunaan bahan bakar menjadi boros, metal bersuhu tinggi bahkan bisa mengakibatkan kerusakan. Pengendapan juga merupakan masalah yang paling serius pada Boiler, bisa juga menyebabkan masalah-masalah pada sistem sebelum dan sesudah Boiler.

Korosi (pengkaratan) tidak hanya menyebabkan gangguan pada daerah yang kena karat, tapi juga bisa menghasilkan kontaminan oxyda logam yang pada tingkat yang serius bisa timbul ditempat lainnya. Karena semuanya berkaitan dengan pengolahan air, bila terjadi pembentukan pengendapan (deposit) dan korosi maka harus dikoreksi dan dicegah agar dapat tercapai hasil yang memuaskan. Penyebab terjadinya korosi adalah karena adanya oksigen (O2) yang terlarut dalam air.

Untuk menghilangkan senyawa O2 (oxygen) dalam air agar tidak terjadi korosi dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya adalah sebagai berikut:


  • Deaerator, Fungsi dari alat ini ialah untuk menghilangkan gas-gas yang terlarut dan memanaskan air dengan cara mengkontakan langsung antara steam tekanan rendah dengan air. bila temperature air naik maka kelarutan oxygen akan berkurang karena keluar lewat venting.
  • Penambahan Hydrazine Hydrate (N2H4), Pada temperature diatas 2700C maka hydrazine akan berubah menjadi Ammonia ( NH3 ) dan Nitrogen. Bila reaksi lambat maka  jumlah Hydrazinnya bisa di tambah. Untuk meyakinkan bahwa O2 yang terlarut itu habis maka ditentukannya bahwa Hydrazine itu harus berlebih (Hydrazine rasidual). Pada umumnya untuk Boiler yang tekanan operasinya kurang dari 40 kg / cm2G maka residual N2H4 nya berkisar antara 0.1 ~ 0.3 ppm (part per million = per satu juta), untuk yang bertekanan lebih dari 40 kg / cm2 G berkisar pada 0.05 ~ 0.1 ppm.
  •  Volatile Treatment atau Zero Solid Treatment.adalah pemakaian chemical yang mudah menguap (volatile chemical) , seperti ammonia / morpholine atau cyclohexyl amine. Untuk mengontrol pH..Bahan ini di injeksikan kedalam Boiler water yang berfungsi untuk menjaga pH pada Boiler water, agar cukup tinggi untuk pencegahan korosi.
  • Injeksi (PO4 ) dan Alkali ( NaOH ) dilakukan secara langsung ke ketel maksudnya adalah untuk menghindari mengendapnya garam – garam Calsium Posphate, Magnesium Silicate, Calsium Carbonate, dsb, secara dini pada sistem. Endapan tersebut diatas dapat menimbulkan korosi didaerah pipa-pipa feedwater yang mana tidak ada methoda untuk mengeluarkannya, sedangkan di ketel  kita bisa membuang endapan- endapan tersebut dengan melakukan Blowdown. Alkali (NaOH) diinjectkan pada angka minimum yang dibutuhkan untuk menaikan pH secukupnya untuk mengendalikan korosi, bahan tersebut dimasukan bersama POSPHATE kedalam ketel.
Jual Morpholine , kemasan 200 kg/dr. stok tersedia, Harga bersaing selengkapnya jangan sungkan hubungi kami.

Mike
02130338599, WA 085894436642
michael@sanminglobe.com