Sunday, March 21, 2021

METHANOL INDONESIA

Metanol, juga disebut metil alkohol atau alkohol kayu, adalah cairan tidak berwarna yang larut dalam air dengan bau alkohol ringan. Membeku pada suhu 97,6 C, mendidih pada 64,6 C dan memiliki kepadatan 791kgm 3 pada suhu 20 C.

Metanol terutama merupakan bahan baku untuk industri kimia dan digunakan untuk produksi berbagai produk dan bahan kimia.

Metanol biasanya disebut sebagai alkohol kayu karena pertama kali diproduksi sebagai produk sampingan kecil dari pembuatan arang, dengan distilasi kayu yang merusak.

Hampir 65% produksi metanol digunakan untuk memperoleh formaldehida (39%), metil tert-butil eter (MTBE, 14%) dan asam asetat (11%). Metanol juga merupakan bahan awal untuk klorometana, metilamina, metil metakrilat (MMA), dimetil tereftalat, dan sebagainya.

Bahan kimia antara ini kemudian diproses untuk menghasilkan banyak produk kehidupan sehari-hari kita, termasuk cat, resin, silikon, perekat, antibeku, dan plastik.

Formaldehida, produk kimia terbesar yang berasal dari metanol, terutama digunakan untuk membuat resin fenol-, urea- dan melamin-formaldehida dan poliasetal serta butanediol dan metilenebis (4-fenil isosianat) (MDI).

Busa MDI, misalnya, digunakan sebagai insulasi pada lemari es, pintu dan pada dashboard dan spatbor mobil motor. Resin formaldehida kemudian terutama digunakan sebagai perekat dalam industri kayu dalam berbagai aplikasi, termasuk pembuatan papan partikel, kayu lapis dan panel kayu lainnya. Pasar untuk MTBE, aditif bensin beroksigen dan komponen pencampur.

Intisari :
Bahan baku methanol sangat dibutuhkan, antara lain dalam industri tekstil, plastik, resin sintetis, farmasi, insektisida, plywood. Metanol juga sangat berperan sebagai antifreeze dan inhibitor dalam kegiatan migas. Selain itu, methanol juga merupakan salah satu bahan baku untuk pembuatan biodiesel.


Sanmin Globe Group






No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.