CHEMICAL SUPPLIER

Tuesday, February 20, 2024

Jual Potassium Chloride

Ready siap supply Potassium Chloride atau Kalium Chloride.

Barang import ex. German.

Kemasan 25 kg/bag. 

Peminat serius silahkan hubungi kami. 

Jual Kalium Chloride

Ready siap supply Potassium Chloride atau Kalium Chloride.

Barang import ex. German.

Kemasan 25 kg/bag. 

Peminat serius silahkan hubungi kami. 

POTASSIUM CHLORIDE

Kalium klorida, atau potassium chloride, adalah senyawa kimia yang terdiri dari unsur kalium (K) dan klorin (Cl). 

Senyawa ini memiliki berbagai manfaat dan kegunaan, termasuk:

Suplemen Kalium: 
Kalium klorida, atau potassium chloride sering digunakan sebagai suplemen kalium untuk membantu mengatasi kekurangan kalium dalam tubuh. Kalium penting untuk fungsi normal otot, jantung, dan sistem saraf.

Produksi Garam: 
Kalium klorida, atau potassium chloride digunakan dalam produksi garam dapur, terutama dalam garam kalsium, yang merupakan garam yang direkomendasikan untuk orang dengan tekanan darah tinggi.

Penggunaan Medis: 
Dalam bidang medis, Kalium klorida, atau potassium chloride dapat digunakan dalam infus intravena untuk menggantikan kehilangan kalium pada pasien yang mengalami dehidrasi atau gangguan elektrolit.

Penggunaan Industri: 
Kalium klorida, atau potassium chloride juga digunakan dalam industri kimia untuk pembuatan pupuk, pembuatan kaca, pengolahan air minum, dan dalam proses metalurgi.

Penjernihan Air: 
Dalam pengolahan air minum, Kalium klorida, atau potassium chloride dapat digunakan sebagai bahan untuk memurnikan air dengan membunuh bakteri dan mikroorganisme lainnya.

==

KaliSel is a quality, high purity potassium chloride widely used by the food industry as a replacement for salt and as a taste enhancer, processing agent, stabilizer, gelling agent or preservative. It is used in the production of a broad range of products including meats, soups, sauces, snacks, dairy, prepared meals, sides, bread and baked goods.


Certifications                                                                                                                     

KaliSel Potassium Chloride complies with Food Chemicals Codex, FAO, WHO and E508 tolerances and federal cGMP standards. It is annually certified as Kosher.


Additives                                                                                                                           

KaliSel Potassium Chloride comes with a choice between two anticaking agents – Magnesium Carbonate and Silicon Dioxide. Both anticaking agents are approved as GRAS status (Generally Recognized As Safe)




25 kg/bag









Kalium klorida, atau potassium chloride untuk aplikasi pupuk

Kalium klorida, atau potassium chloride adalah salah satu bahan baku utama dalam industri pupuk, terutama dalam pembuatan pupuk kalium. 


Pemanfaatan dan cara penggunaan potassium chloride (KCl) dalam industri pupuk meliputi:


Pupuk Kalium: 

Kalium klorida, atau potassium chloride adalah sumber kalium yang paling umum digunakan dalam pembuatan pupuk kalium. Pupuk kalium diperlukan untuk pertumbuhan tanaman karena kalium adalah salah satu unsur hara esensial yang penting untuk perkembangan tanaman yang sehat. Pupuk kalium membantu tanaman dalam resistensi terhadap penyakit, perkembangan akar yang kuat, pembentukan bunga dan buah, serta toleransi terhadap kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan seperti kekeringan atau suhu ekstrem.


Proses Produksi: 

Dalam industri pupuk, Kalium klorida, atau potassium chloride biasanya dicampur dengan bahan-bahan lain seperti nitrogen dan fosforus untuk menciptakan pupuk yang lengkap dengan nutrisi penting bagi tanaman. Campuran ini kemudian diproses dan dikemas dalam bentuk granul atau butiran yang siap digunakan oleh petani.


Aplikasi: 

Pupuk kalium yang mengandung Kalium klorida, atau potassium chloride dapat diterapkan ke tanah secara langsung atau melalui sistem irigasi. Aplikasi pupuk kalium membantu tanah dalam mempertahankan keseimbangan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman yang optimal.


Dosis dan Penggunaan: 

Dosis penggunaan Kalium klorida, atau potassium chloride dalam pupuk tergantung pada jenis tanaman, kondisi tanah, dan kebutuhan nutrisi spesifik dari tanaman tersebut. Biasanya, petani akan mengikuti petunjuk dosis yang diberikan oleh produsen pupuk atau melakukan uji tanah untuk menentukan kebutuhan nutrisi tanaman secara tepat.




25 kg/bag



NEXT TOPICS :








Monday, February 19, 2024

TRIBUTYL PHOSPHATE INDONESIA

Tributyl phosphate (TBP) adalah senyawa kimia yang terdiri dari atom fosforus yang terikat dengan empat gugus butil. Ini adalah cairan yang tidak berwarna dan tidak berbau.

Cairan tidak berwarna atau kuning muda, Mp<-80℃, BP 289℃, Kerapatan relatif 0,9729 (25/4℃),

Indeks bias 1,4226 larut dalam berbagai jenis pelarut organik, tetapi tidak larut dalam air. 

Tributyl phosphate (TBP) memiliki kelarutan yang lebih baik dalam pelarut organik seperti pelarut hidrokarbon atau pelarut polar aprotik seperti aseton, etanol, atau kloroform. Ini membuatnya lebih mudah larut dalam pelarut-pelarut tersebut daripada dalam air.


Berikut adalah beberapa manfaat dan kegunaan dari tributyl phosphate:

Pelarut:

Tributyl phosphate (TBP) adalah pelarut yang digunakan dalam berbagai aplikasi industri, terutama dalam ekstraksi logam dan pemurnian uranium dalam industri nuklir. Dalam proses ekstraksi, Tributyl phosphate (TBP) membantu memisahkan logam-logam dari campuran atau larutan kompleks.


Agen antifoaming:

Tributyl phosphate (TBP) juga digunakan sebagai agen antifoaming, yang berarti itu dapat mengurangi atau mencegah pembentukan busa dalam berbagai proses industri seperti pemurnian logam dan produksi kimia.


Bahan aditif dalam pembakaran:

Tributyl phosphate (TBP) telah digunakan sebagai bahan aditif dalam beberapa formulasi bahan bakar untuk meningkatkan stabilitas dan performa pembakaran. Namun, penggunaannya dalam aplikasi ini telah menurun karena kekhawatiran tentang dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan.


Penggunaan dalam analisis laboratorium:

Tributyl phosphate (TBP)dapat digunakan dalam beberapa teknik analisis laboratorium, seperti ekstraksi cair-cair, untuk memisahkan atau mengekstraksi senyawa-senyawa tertentu dari sampel.


Kegunaan dalam kimia organik:

Dalam kimia organik, Tributyl phosphate (TBP) dapat berfungsi sebagai reagen atau bahan pembantu dalam beberapa reaksi, terutama dalam konteks ekstraksi dan pemurnian senyawa-senyawa organik.


Aplikasi secara umum :
Reagen kimia, aditif pengecatan, penghilang busa, perekat , pelarut tinta cetak, aditif, plasticizer untuk seluiosa nitrat, karet terklorinasi dan PVC, untuk ekstraksi dalam memisahkan logam tanah jarang, perantara sintetis organik dan media pertukaran panas.



Michael T.

PT. SARANA MITRA INTI GLOBAL


NEXT TOPICS :

Tributyl Phosphate as antifoaming agent









TRIBUTYL PHOSPHATE SEBAGAI ANTIFOAMING AGENT

Pemanfaatan tributyl phosphate (TBP) sebagai agen antifoam atau anti-busa adalah salah satu aplikasi penting dari senyawa tersebut dalam industri. 


Berikut adalah beberapa cara di mana tributyl phosphate (TBP) digunakan sebagai antifoam:


Industri Kimia:

Dalam industri kimia, tributyl phosphate (TBP) sering digunakan sebagai agen antifoaming dalam berbagai proses produksi, seperti pembuatan deterjen, produk kertas, dan produk kimia lainnya. Ketika bahan kimia tertentu digunakan dalam proses, terkadang mereka dapat menyebabkan pembentukan busa yang mengganggu. Penambahan tributyl phosphate (TBP) ke dalam sistem ini membantu mengurangi atau menghilangkan pembentukan busa tersebut, memungkinkan proses berjalan lebih efisien.


Industri Minyak dan Gas:

Dalam industri minyak dan gas, tributyl phosphate (TBP) kadang-kadang digunakan sebagai agen antifoaming dalam proses pengolahan minyak bumi atau gas alam. Proses seperti destilasi atau pengolahan minyak bumi dapat menghasilkan busa yang dapat mengganggu aliran fluida atau kinerja peralatan. Penambahan tributyl phosphate (TBP) dapat membantu mengontrol pembentukan busa ini.


Industri Pangan dan Minuman:

Dalam industri pangan dan minuman, tributyl phosphate (TBP) dapat digunakan sebagai agen antifoaming dalam proses pembuatan makanan atau minuman yang melibatkan pengolahan dengan panas, pengadukan, atau proses lain yang dapat menyebabkan pembentukan busa. Penambahan tributyl phosphate (TBP) dapat membantu mencegah atau mengurangi busa yang mungkin terbentuk selama proses produksi, seperti dalam proses pengolahan minyak, pengolahan susu, atau pembuatan bir.


Industri Farmasi:

Dalam industri farmasi, tributyl phosphate (TBP) dapat digunakan sebagai agen antifoaming dalam berbagai proses produksi obat-obatan atau produk farmasi lainnya. Pembentukan busa dalam reaksi kimia atau dalam proses pengolahan dapat mengganggu proses produksi dan kualitas produk. Penggunaan tributyl phosphate (TBP) membantu mengatasi masalah ini.



Michael T.

PT. Sarana Mitra Inti Global


Next Topics : 

Tributyl Phosphate untuk berbagai aplikasi





Thursday, February 15, 2024

PARFUME GUIDE FREE EBOOK

 

Just share only, semoga info bermanfaat..




Notes :

Menjawab pertanyaan-pertanyaan apakah di perbolehkan menggunakan methanol sebagai campuran solvent dalam proses pencampuran pembuatan parfume?

Berikut jawaban pendapat pribadi , kita tahu methanol itu berbahaya dalam konteks di konsumsi dengan dosis kecil pun tidak di sarankan untuk dikonsumsi karena sifatnya toxic. nah kalo sekedar di semprot ke kulit atau terhirup dalam batas wajar seperti penggunaan parfume pada pakaian aman-aman saja dengan ketentuan dosis campuran dalam parfume tidak lebih dari 4-5%.

Namun untuk menghasilkan parfume dengan kualitas terbaik tentu hindari penggunaan methanol, kenapa? Methanol lebih cepat menguap bila dibandingkan Ethanol.

Berikut penjelasan nya : 

Misalnya jika Anda menambahkan air ke setiap senyawa methanol maupun ethanol dan merebusnya, Anda akan melihat perbedaan dalam ketika merebus atau di panaskan.

Campuran metanol akan mulai mendidih pada suhu dan tekanan didih metanol. Kemudian ketika metanolnya habis, akan terlihat titik didihnya berhenti sementara suhunya naik hingga mencapai titik didih air. Kemudian akan mulai mendidih lagi sampai airnya habis.

Campuran etanol/air sebaliknya akan mulai mendidih sebagai campuran dan tidak akan berhenti mendidih sampai campurannya habis. Hal ini karena etanol dan air saling membentuk azeotrop, sedangkan metanol dan air tidak. Setelah azeotrop terbentuk, titik didih campuran terus berubah selama perebusan/ pemanasan dan perebusan tidak pernah berhenti selama panas dimasukkan.

Baik etanol maupun air secara bersamaan menguap bersama-sama dengan perbandingan yang terus berubah dan etanol tidak dapat dipisahkan dari air sepenuhnya dengan cara mendidih seperti pada percobaan metanol dan air yang di rebus/di panaskan.

Tentu saja jika Anda memiliki termometer, ini akan membuatnya lebih jelas tetapi hal ini tidak diperlukan dalam eksperimen semacam itu.