CHEMICAL SUPPLIER : Search results for zinc chloride
Showing posts sorted by relevance for query zinc chloride. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query zinc chloride. Sort by date Show all posts

Saturday, February 13, 2021

ZINC CHLORIDE

Zinc chloride adalah nama senyawa kimia dengan rumus ZnCl2. Zinc chloride bentuk kristal/ butiran, tidak berbau, berwarna putih, dan sangat larut dalam air. Garam putih ini bersifat higroskopis dan bahkan berair. Dengan berat molekul 136,29, dengan kepadatan 2.907. Ia memiliki titik leleh sekitar 290 ° C dan titik didih 732 ° C. Satu gram seng klorida larut dalam 0,5 ml air, 1,3 ml etanol, atau 2 ml gliserol. Senyawa ini mudah larut dalam aseton. Seng oksiklorida terbentuk dengan adanya air.


Aplikasi

A. Sebagai fluks metalurgi

Zinc chloride bereaksi dengan oksida logam (MO) menghasilkan turunan dari rumus ideal MZnOCl2. Reaksi ini relevan dengan kegunaan larutan ZnCl2 sebagai fluks untuk penyolderan - reaksi ini melarutkan oksida pasif, memperlihatkan permukaan logam yang bersih. Fluks dengan ZnCl2 sebagai bahan aktif kadang-kadang disebut "cairan tinner".


B. Dalam pengolahan tekstil dan kertas

Larutan Zinc chloride pekat dalam air (lebih dari 64% berat / berat Zinc chloride dalam air) telah melarutkan pati, sutra, dan selulosa.

Relevan dengan afinitasnya untuk bahan ini, ZnCl2 digunakan sebagai agen tahan api dan "penyegar" kain seperti Febreze. Serat vulkanisasi dibuat dengan merendam kertas dalam Zinc chloride pekat.


C. Desinfektan dan pengawet kayu

Seng klorida encer berair digunakan sebagai disinfektan dengan nama "Cairan Disinfektan Burnett". Dari tahun 1839 Sir William Burnett mempromosikan penggunaannya sebagai disinfektan serta pengawet kayu. Dalam larutan air itu digunakan sebagai pengawet kayu

Seng sulfat dan seng klorida/ Zinc Chloride digunakan dalam berbagai aplikasi skala kecil. Yang pertama digunakan dalam pertanian sebagai pembunuh gulma dan memberikan perlindungan terhadap hama. Ini juga merupakan konstituen penting dari bak pengendap dalam pembuatan rayon viskosa.



Michael

michael@sanminglobe.com

Monday, February 15, 2021

Jual Zinc Chloride

 Jual Zinc Chloride, barang import.

Kemasan 25 kg/zak, stok tersedia dan harga bersaing.

Zinc chloride adalah nama senyawa kimia dengan rumus ZnCl2. Zinc chloride bentuk kristal/ butiran, tidak berbau, berwarna putih, dan sangat larut dalam air. Garam putih ini bersifat higroskopis dan bahkan berair. Dengan berat molekul 136,29, dengan kepadatan 2.907. Ia memiliki titik leleh sekitar 290 ° C dan titik didih 732 ° C. Satu gram seng klorida larut dalam 0,5 ml air, 1,3 ml etanol, atau 2 ml gliserol. Senyawa ini mudah larut dalam aseton. Seng oksiklorida terbentuk dengan adanya air.


Peminat serius silahkan hubungi kami,


Michael T.


Friday, July 12, 2024

MENGHILANGKAN KOTORAN LOGAM PADA PROSES PENGOLAHAN LOGAM MENGGUNAKAN LITHIUM HYDROXIDE

Salah satu manfaat Lithium Hydroxie adalah memiliki kemampuan untuk menghilangkan kotoran logam, dalam proses pengolahan logam menggunakan lithium hydroxide melibatkan beberapa langkah kimia dan fisika.

Berikut adalah cara umumnya:

Proses Penghilangan Kotoran Logam Menggunakan Lithium Hydroxide:

Penyiapan Solusi/ Pencamuran :
Lithium hydroxide dilarutkan dalam air untuk membentuk larutan alkali yang kuat.

Penambahan Larutan ke Logam:
Logam yang akan diolah dimasukkan ke dalam larutan lithium hydroxide. Reaksi antara lithium hydroxide dan kotoran logam akan terjadi, di mana lithium hydroxide akan bereaksi dengan oksida logam atau senyawa lain yang tidak diinginkan untuk membentuk endapan.

Reaksi Kimia:
Lithium hydroxide dapat bereaksi dengan beberapa kotoran logam seperti oksida logam untuk membentuk hidroksida logam yang tidak larut dalam air.

Contoh reaksi:


M2O3+6LiOH--> 2 MLi3O4+3H2O

Di mana M adalah logam kotoran.

Pengendapan:


Hidroksida logam yang terbentuk akan mengendap di dasar larutan. Proses ini dikenal sebagai pengendapan kimia.

Filtrasi:
Larutan kemudian difiltrasi untuk memisahkan endapan hidroksida logam dari larutan lithium hydroxide yang bersih.

Pembilasan dan Pengeringan:


Endapan yang terpisah dibilas dengan air untuk menghilangkan sisa-sisa lithium hydroxide dan kemudian dikeringkan.

Pemurnian Lebih Lanjut:
Jika diperlukan, logam yang sudah diolah dapat melalui proses pemurnian lebih lanjut untuk menghilangkan kotoran yang tersisa.

Catatan Penting:
Konsentrasi Larutan:
Konsentrasi lithium hydroxide dalam larutan harus diatur dengan tepat untuk memastikan reaksi yang efisien tanpa merusak logam utama.


Keselamatan:
Penggunaan lithium hydroxide memerlukan perlindungan yang tepat, termasuk sarung tangan, kacamata pelindung, dan ventilasi yang baik karena sifat basa yang kuat dapat menyebabkan iritasi dan luka bakar.


Proses ini memungkinkan penghilangan kotoran logam secara efektif, membantu meningkatkan kualitas logam yang dihasilkan.


Menentukan dosis yang tepat untuk pencampuran lithium hydroxide (LiOH) dalam proses pengolahan logam tergantung pada beberapa faktor, termasuk jenis logam yang diolah, jenis dan jumlah kotoran, serta kondisi spesifik dari proses.


Berikut adalah panduan umum yang bisa digunakan

Langkah-Langkah Umum untuk Menentukan Dosis Lithium Hydroxide:

Identifikasi Jenis Kotoran:
Ketahui jenis dan jumlah kotoran logam yang ada. Ini bisa mencakup oksida logam, sulfida logam, atau senyawa logam lainnya.

Konsentrasi Awal Larutan LiOH:
Biasanya, larutan lithium hydroxide yang digunakan berkisar antara 0,5% hingga 5% berat. Konsentrasi ini dapat disesuaikan berdasarkan jenis dan jumlah kotoran yang harus dihilangkan.

Rasio Stoikiometrik:
Hitung jumlah lithium hydroxide yang diperlukan berdasarkan reaksi kimia yang diharapkan. Misalnya, jika reaksi antara lithium hydroxide dan oksida logam adalah stoikiometrik, pastikan ada cukup lithium hydroxide untuk bereaksi dengan semua oksida logam.

Pengujian Skala Kecil:
Sebelum menerapkan pada skala besar, lakukan pengujian pada skala kecil untuk menentukan dosis yang efektif. Ini melibatkan mencampurkan logam yang terkontaminasi dengan berbagai konsentrasi larutan LiOH dan mengamati hasilnya.

Monitoring dan Penyesuaian:
Selama proses berlangsung, pantau hasilnya dan sesuaikan dosis jika diperlukan. Faktor-faktor seperti pH, suhu, dan waktu reaksi dapat mempengaruhi efektivitas penghilangan kotoran.

Contoh Perhitungan Dosis:
Misalnya, jika Anda memiliki 100 liter larutan yang perlu diolah dan Anda memilih untuk menggunakan larutan LiOH dengan konsentrasi 2%, berikut adalah cara menghitung jumlah LiOH yang dibutuhkan:

Hitung Berat LiOH yang Dibutuhkan:

Konsentrasi 2% berarti 2 gram LiOH per 100 mL larutan.

Untuk 100 liter (100,000 mL) larutan:

2 gram/100 mL x 100,000 mL = 2,000 gram = 2 kg

Pencampuran:
Larutkan 2 kg LiOH dalam 100 liter air untuk mendapatkan larutan LiOH 2%.

Langkah-Langkah Praktis:

Larutkan LiOH:
Larutkan LiOH dalam jumlah air yang sesuai. Pastikan larutan tercampur dengan baik.

Aplikasikan ke Logam:
Rendam logam yang akan diolah dalam larutan LiOH atau tambahkan larutan LiOH ke dalam sistem pengolahan logam.

Agitasi dan Waktu Reaksi:
Pastikan adanya agitasi yang cukup untuk memastikan reaksi merata dan biarkan bereaksi selama waktu yang cukup, biasanya antara 30 menit hingga beberapa jam tergantung pada kondisi.

Pengendapan dan Filtrasi:
Setelah reaksi selesai, endapan yang terbentuk dapat difiltrasi dan logam yang bersih dapat dipisahkan.

Pembilasan:
Bilas logam yang diolah dengan air bersih untuk menghilangkan sisa-sisa LiOH.

Proses ini harus disesuaikan dengan kondisi spesifik dari sistem pengolahan logam yang digunakan. Pengujian awal dan penyesuaian berdasarkan hasil pengamatan adalah kunci untuk mencapai dosis yang tepat dan hasil yang optimal.


PT. SARANA MITRA INTI GLOBAL

Next Topics :



Monday, May 9, 2016

MEA/ MONOETHANOLAMINE


•CAS No. 141-43-5

Monoethanolamine ( MEA )  is a clear, colorless, viscous liquid. with an ammonia-like smell. It is completely soluble in water. It is one of a class of organic compounds called ethanolamines. Ethanolamines combine the properties of amines and alcohols.  Monoethanolamine is available in a variety of grades, including low freeze grade (LF, 85%) and iron and chloride free (ICF, 100%), as well as Gas Treating (GT) grades.

Monoethanolamine (MEA) is primarily used in detergents, personal-care products, textile finishing, and wood treating. Other applications include use as oil-field chemicals, metal-working fluids, and catalysts that promote stability during the manufacture of flexible and rigid urethane foams.

Monoethanolamine can cause burns to the eyes and skin. It is harmful and corrosive if swallowed. It is also harmful if inhaled or absorbed through the skin. It can cause lung damage if aspirated, and repeated exposure may cause liver and kidney damage.

Monoethanolamine is water soluble and biodegrades rapidly. It should not bioaccumulate or persist in the environment. However, large releases to wastewater-treatment facilities can result in poor treatment and toxic shock to biologically active species.

Monoethanolamine exhibits good temperature stability, but can react exothermically (producing heat) with many other materials, including strong oxidizing agents, strong acids, strong bases, aluminum, aldehydes, ketones, acrylates, organic anhydrides, organic halides, formates, lactones, oxalates, and copper and zinc metals and alloys. It can also form an unstable crystalline complex called tris(ethanolamino)-iron when in contact with iron or steel, which can ignite when heated to 54–71°C (130–160°F) in the presence of air.


APPLICATIONS :
Monoethanolamine is used in the following applications:
• Cement – to enhance strength, reduce drying time and protect against the affects of freezing and thawing
• Gas treating – for a variety of natural gas, petrochemical, and oil treatments
• Metalworking fluids – to neutralize acid components in lubricants, prevent corrosion and rusting, and for proprietary corrosion inhibitors and biocides
• Personal-care products – to make ethanolamine-based soaps for use in hand lotions, cosmetic creams, cleansing creams, shaving creams, and shampoos; also for dry-cleaning solvents and heavy-duty liquid laundry detergents
• Pharmaceuticals – as raw materials in the production of certain pharmaceuticals
• Printing inks – to control pH in the formulation of packaging and printing inks
• Textiles and textile additives – as aids to clean and scour textiles, facilitate wetting, and improve lather and ease of soap removal
• Wood treating – for wood-preservative alternatives

For any furter info please feel free to contact me.

Sunday, October 8, 2017

BUSINES FOCUS

> PRODUKSI
   -. Silicon Emulsion
   -. Pelembut dan Pewangi Pakaian
   -. Oli untuk Pemotong besi
   -. Gel pembersih tangan
   -. Pembersih yang bersifat basa dan asam
   -. Pembersih Tank
   -. Jasa Maklon : Kosmetik dan Rumah Tangga


> PERDAGANGAN BAHAN KIMIA, untuk aplikasi :
   -. Kosmetik
     
       -. Rumah tangga dan Hotel

       -. Otomotif

       -. Makanan dan Minuman

         -. Cat & Tinta

         -. Perawatan Air dan Boiler

         -. Plastik, Pipa, Kabel dan Selang PVC

         -. Minyak Oli Pelumas & GAS
        -.  RUBBER
      > Distributor :

      > Jasa



      Michael T.
      02130338599, 0816768669,  085894436642 ( wa only ), 
      sales@sanminglobe.com

      Thursday, February 11, 2021

      COPPER SULPHATE

      Copper Sulphate adalah algaecide, bakterisida, dan fungisida. Bila dicampur dengan kalsium hidroksida maka dikenal sebagai campuran Bordeaux.1 Nama International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC) untuk bahan aktif ini adalah tembaga (2+) sulfat atau tembaga (II) sulfat. Nama lain termasuk tembaga (2+) tretraoxidosulfate atau tembaga (II).

      Tembaga sulfat/ Copper Sulphate adalah garam anorganik yang sangat larut dalam air.

      Copper Sulphate digunakan sebagai fungisida, algaecide, pembunuh akar, dan herbisida baik di lingkungan pertanian maupun non-pertanian. Ini juga digunakan sebagai antimikroba dan moluskisida. Penggunaan untuk produk individu yang mengandung Copper Sulphate sangat bervariasi. 

      Copper Sulphate digunakan sebagai agen pengering dalam bentuk anhidrat, sebagai aditif untuk pupuk dan makanan, dan beberapa aplikasi industri seperti tekstil, kulit, kayu, baterai, tinta, minyak bumi, cat, dan logam. digunakan juga sebagai suplemen nutrisi hewani.
      Beberapa produk yang mengandung Copper Sulphate dapat digunakan dalam pertanian organik.

      Copper Sulphate adalah bahan kimia yang sangat serbaguna dengan berbagai kegunaan dalam industri seperti halnya di pertanian. Copper Sulphate banyak digunakan di bidang pertanian, dan penggunaan satu-satunya di industri adalah sebagai bahan untuk pewarnaan dan pelapisan listrik. 

      Copper Sulphate juga  digunakan dalam banyak proses industri:

      • Industri serat sintetis telah menemukan aplikasi untuk itu dalam produksi bahan bakunya
      • Industri logam menggunakan Copper Sulphate dalam jumlah besar sebagai elektrolit dalam pemurnian tembaga, untuk kawat baja pelapis tembaga sebelum penarikan kawat dan dalam berbagai proses pelapisan tembaga
      • Industri pertambangan menggunakan itu sebagai penggerak dalam konsentrasi oleh flotasi buih timbal, seng, kobalt dan bijih emas
      • Perdagangan percetakan menganggapnya sebagai elektrolit dalam produksi electrotype dan sebagai agen etsa untuk proses pengukiran
      • Industri cat menggunakannya dalam cat anti-fouling dan berperan dalam pewarnaan kaca.

      Pertanian, penggunaan utama:
      • Persiapan campuran Bordeaux dan Burgundy untuk digunakan sebagai fungisida
      • Pembuatan fungisida tembaga lainnya seperti debu tembaga-kapur, tembaga sulfat tribasic, tembaga karbona dan tembaga oksida
      • Pembuatan insektisida seperti arsenit tembaga dan paris hijau
      • Pengendalian penyakit jamur
      • Koreksi defisiensi tembaga pada tanah
      • Koreksi defisiensi tembaga pada hewan
      • Stimulan pertumbuhan untuk penggemukan babi dan ayam broiler
      • Moluskisida untuk pemusnahan keong dan keong, terutama keong inang cacing hati

      Penggunaan lainnya
      • Saus benih
      • Pensteril tanah, misalnya senyawa Cheshunt (campuran Copper Sulphate dan amonium karbonat) untuk mencegah penyakit 'redaman' tomat, dll.
      • Pengendalian dan pencegahan penyakit kaki busuk pada domba dan sapi
      • Bacteriastat untuk tambahan celupan domba
      • Disinfektan untuk pencegahan penyebaran penyakit babi erysepelas dan gerusan putih pada pedet
      • Pengendalian sampah di kolam pertanian
      • Hara tanaman di sawah
      • Pengawet untuk tiang kayu, bangunan kayu, dll
      • Bahan pengusir hama, misalnya untuk aplikasi kulit pohon terhadap kelinci
      • Stimulan hasil lateks pada perkebunan karet
      • Perlindungan terhadap pertumbuhan alga di pot bunga
      Kesehatan dan pengobatan masyarakat:
      • Penghancuran alga di waduk dan kolam renang
      • Pencegahan penyebaran penyakit kaki atlet di iklim hangat, dengan penggabungan campuran lantai bak renang
      • Pengendalian bilharzia di negara tropis, sebagai moluskisida
      • Pencegahan malaria, dalam persiapan paris hijau untuk digunakan melawan jentik-jentik nyamuk
      • Antiseptik dan pembasmi kuman terhadap infeksi jamur
      • Katalis atau bahan baku pembuatan katalis tembaga yang digunakan dalam pembuatan produk farmasi

      Beberapa kegunaan Copper Sulphate lainnya, seperti :

      Industri
      A. Perekat
      • Pengawet dalam kasein dan lem lainnya
      • Aditif untuk pasta dan lem pengikat buku, untuk tujuan insektisida
      • Aditif untuk hewan dan lem silikat untuk memberikan ketahanan air

      B. Bangunan
      • Pengawet kayu dan dalam preparasi pengawet kayu lainnya, misalnya Copper Napthenate berbahan dasar minyak dan tembaga / krom / arsen berbahan dasar air untuk pencegahan ulat kayu dan pembusukan kayu
      • Bahan plesteran untuk mencegah infeksi jamur, misal mencegah penyebaran penyakit busuk kering
      • Bahan beton, baik sebagai pewarna maupun antiseptik, misal digunakan di dalam dan di sekitar kolam renang
      • Modifikasi setting beton
      • Perlindungan terhadap lumut, jamur dan pertumbuhan serupa pada atap semen asbes dan bahan bangunan lainnya
      • Pengendalian pertumbuhan akar pohon di selokan

      C. Kimia
      • Persiapan katalis untuk digunakan di banyak industri
      • Pemurnian gas, misalnya penghilangan hidrogen klorida dan hidrogen sulfida
      • Promotor presipitasi dalam memurnikan larutan seng sulfat
      • Pengendapan alkaloid sebagai garam ganda dari ekstrak kasar
      • Sumber senyawa tembaga lainnya seperti tembaga karbonat silikat / arsenit / aseto-arsenit / resinat / stearat / tartrat / oleat naftenat / kromat / klorat / alginat / fluorida / hidroksida / tembaga oksida / klorida / sianida dan senyawa cuprammonium

      D.  Perdagangan Dekorasi
      • Mewarnai kaca
      • Mewarnai semen dan plesteran
      • Mewarnai barang keramik
      • Perubahan warna logam, misalnya seng yang semakin gelap, aluminium mewarnai

      F. Zat Warna
      # Reagen dalam pembuatan zat antara zat warna
      # Katalis atau bahan baku pembuatan ka \ talis tembaga, misalnya sediaan fenol dari senyawa diago, sediaan pewarna ftalosianin

      G. Kulit
      • Mordan ( pewarnaan krom ) dalam pewarnaan
      • Reagen dalam proses penyamakan

      H. Logam dan kelistrikan
      • Elektrolit dalam pemurnian tembaga
      • Elektrolit dalam pelapisan tembaga dan pembentukan elektro
      • Pembuatan elektrolit dari senyawa cuprous, misalnya cuprous oxide
      • Konstituen elektroda dan elektrolit dalam baterai
      • Elektrolit dalam pembuatan bubuk tembaga
      • Elektrolit dalam pelapisan dan anodisasi aluminium
      • Kawat baja pelapis tembaga, sebelum penarikan kawat
      • Pengawetan kawat tembaga, dll., Sebelum pengenam
      • Menyediakan permukaan yang cocok untuk menandai besi dan baja

      I. Penambangan
      • Reagen flotasi dalam konsentrasi bijih, misalnya zinc blende
      • Bahan baku untuk pembuatan naftenat tembaga dan senyawa tembaga lainnya untuk digunakan dalam cat anti-fouling

      J. Paint
      • Persiapan pernis atau pengering cat tertentu, misalnya oleat tembaga, stearat tembaga
      • Pembuatan pigmen tertentu, misalnya tembaga kromat, tembaga ferosianida, ftalosianin tembaga

      K. Percetakan
      • Agen etsa untuk proses pengukiran
      • Elektrolit dalam pembuatan elektrotipe
      • Bahan tinta cetak

      L. Karet sintetis dan minyak bumi
      • Persiapan katalis yang digunakan dalam memecahkan minyak bumi gas dan cair tertentu
      • Pecahan
      • Persiapan cuprous chloride, digunakan dalam pemurnian butadiene dan dalam pemisahan turunan asetilena
      • Persiapan katalis yang digunakan dalam klorinasi lateks karet
      • Pemurnian minyak bumi

      M. Tekstil
      • Persiapan senyawa tembaga untuk kanvas anti busuk dan kain lainnya
      • Karung pasir anti busuk
      • Mordant, terutama pada percetakan calico
      • Proses cuprammonium untuk produksi rayon
      • Produksi warna hitam anilin dan diazo untuk pewarnaan
      • 'Setelah tembaga' untuk meningkatkan ketahanan pewarna
      • Katalis dalam pembuatan selulosa eter dan asetilasi selulosa

      N. Lain-lain
      • Meningkatkan kualitas pembakaran coke
      • Pekerjaan analitik laboratorium
      • Bahan tinta penandaan laundry
      • Mewarnai rambut dan tanduk
      • Bahan pewarna rambut jenis fenilena diamina atau pirogallol
      • Pembuatan klorofil sebagai bahan pewarna untuk bahan makanan
      • Memberikan warna hijau pada kembang api
      • Aktivator dalam pembuatan karbon aktif
      • Pengawet untuk bubur kayu
      • Pengawetan jaring ikan dan bersembunyi di atas pukat-hela (trawl) udang
      • Mendapatkan lapisan punggung biru pada baja
      • Perawatan sikat karbon
      • Bahan larutan yang digunakan untuk mengawetkan spesimen tanaman dalam warna aslinya
      • Impregnasi pada kertas pembungkus buah untuk mencegah pembusukan penyimpanan


      PT. Sarana Mitra Inti Global