CHEMICAL SUPPLIER

Tuesday, June 16, 2026

GLACIAL ACETIC ACID ( ACETIC ACID MURNI )

Asam asetat atau acetic acid  adalah asam lemah. Asam asetat / Acetic Acid Glasial adalah asam asetat murni. Tidak ada "asam asetat kuat".

Asam asetat glasial/GAA adalah bentuk asam asetat yang hampir murni, tanpa air/anhidrat dengan rumus kimia CH3COOH. 

Cairannya bening, higroskopis, baunya nyengat kayak cuka, titik didih 118,1°C, massa jenis ∼1,049 g·cm⁻³, dan nomor CAS 64-19-7. 

"Glasial" artinya dia bisa membeku jadi kristal berbentuk jarum di suhu sekitar 16,6°C.Asam asetat glasial/GAA adalah bentuk asam asetat yang hampir murni, tanpa air/anhidrat dengan rumus kimia CH3COOH. 


Sifat fisika & kimia utama

Kemurnian:
biasanya ≥99,5% asam asetat/acetic acid ; kandungan airnya sangat kecil dibanding cuka komersial yang cuma ∼5%.

Kekuatan asam:
asam monoprotik lemah dengan pKa ≈ 4,76 di air, tapi dalam bentuk pekat tetap bersifat korosif kuat.

Kelarutan:
bisa larut dengan hampir semua pelarut organik dan larut sebagian dengan air; sangat higroskopis, gampang nyerap air.


Reaktivitas:
bereaksi dengan logam menghasilkan asetat, dengan alkohol jadi ester, dengan basa, anhidrida, asil klorida, dan oksidator; membentuk azeotrop dengan air, ini penting buat proses distilasi.


Fungsi & kegunaan utama

Reagen & pelarut kimia:  

Pelarut untuk reaksi organik, terutama yg butuh pelarut polar protik tanpa tambahan air.


Reaktan untuk asetilasi, esterifikasi, dan pembuatan asam asetat anhidrida, selulosa asetat, dan senyawa asetil lainnya.


Bahan baku industri:  

Bahan dasar vinil asetat monomer/VAM, asam asetat anhidrida, dan berbagai bahan kimia industri lain.


Kegunaan lab:  

Komponen buffer & pengatur pH di media organik, pengubah fase gerak kromatografi, pelarut rekristalisasi, dan medium katalis untuk reaksi tertentu, misal dehidrasi yg dikatalis asam.


Analitik & farmasi:  

Pembuatan reagen seperti reagen Ehrlich, pelarut sintesis obat, dan agen pembersih/etsa dalam jumlah kecil untuk alur kerja analitik.


Makanan & pengawet, tapi cuma yg diencerkan:  

Sebagai pengawet/cuka kalau udah diencerkan jadi food grade. Bentuk glasial nggak dipake langsung buat makanan. 


Pembersih & penghilang kerak industri:  

Buang endapan mineral & oksida logam di aplikasi industri yg terkontrol.


Penanganan, bahaya, & penyimpanan 

Bahaya: 
korosif ke kulit, mata, selaput lendir; uapnya iritasi saluran napas; cairan pekat bisa bikin luka bakar kimia. Reaktif sama oksidator & logam aktif, bisa hasilkan gas hidrogen yg mudah terbakar.


APD:
wajib sarung tangan tahan kimia, kacamata/face shield, jas lab, kerja di lemari asam. Siapin penetral tumpahan & eyewash/shower.


Penyimpanan:
wadah tertutup rapat tahan korosi, tempat sejuk berventilasi baik, jauh dari panas & bahan yg nggak cocok kayak oksidator & basa kuat. Jaga di bawah ∼16°C kalau pembekuan ganggu proses.


Transport & pembuangan:
termasuk B3, wajib netralkan & buang sesuai aturan lingkungan setempat.


Catatan praktis

Bentuk "glasial" dipilih kalau air bisa ganggu reaksi, misal kesetimbangan esterifikasi atau reagen yg sensitif air.

Untuk banyak prosedur lab, dipake asam asetat 99-100%. Kalau kandungan air dikit masih toleransi, asam asetat grade reagen 95-99% bisa dipake & lebih aman.

Kalau mau mengencerkan, selalu tuang asam ke air pelan-pelan buat kontrol panas. Jangan pernah tuang air ke asam pekat.


Kesimpulan

Asam asetat glasial adalah bentuk asam asetat hampir tanpa air yg dipake luas sebagai pelarut, reagen, & bahan baku industri di mana air harus dihindari. Sifatnya serbaguna tapi korosif & berbahaya, jadi penanganan, penyimpanan, & kepatuhan regulasi itu wajib.

Asam asetat adalah senyawa organik rumus CH3COOH, cairan bening korosif. Disebut juga asam etanoat, asam etilik, asam cuka, asam metana karboksilat.

Asam karboksilat paling sederhana ke-2 setelah asam format. Ini reagen kimia penting & bahan kimia industri yg diproduksi banyak buat bikin serat sintetis & kain, polivinil asetat buat lem kayu, dan selulosa asetat buat film fotografi. 

Asam asetat encer sering dipake di rumah sebagai penghilang kerak.Di industri makanan diatur kode E260 sebagai penyedap & pengatur keasaman. Gugus asetil dari asam asetat penting buat semua makhluk hidup di biokimia. Penting buat metabolisme lemak & karbohidrat saat terikat ke koenzim A. 

Bakteri asam asetat, terutama genus Acetobacter & spesies Clostridium acetobutylicum, menghasilkan & mengeluarkan asam asetat. Asam asetat dipake banyak sebagai reagen kimia terutama buat produksi selulosa asetat untuk film fotografi. Juga dipake buat produksi polivinil asetat untuk lem kayu.

Larutan 3-9% dipake buat bikin cuka. Larutan asam asetat 10% di air punya titik beku -4°C, jadi airnya susah beku. Tapi zat murninya titik bekunya 16,6°C. Gudang bahan kimia industri sering di luar lab demi keamanan dan pemanasnya cuma cukup biar air nggak beku.  Larutan 95% titik lelehnya 8°C.














NEXT TOPICS :



Thursday, May 21, 2026

SANMIN THPS SOLUSI PENGHILANG BAU KARET

THPS (Tetrakis Hydroxymethyl Phosphonium Sulfate) bisa digunakan untuk mengurangi bau di industri karet. Namun aplikasinya sangat spesifik, yaitu untuk bahan baku dan air limbah, bukan untuk produk karet padat yang sudah jadi.

Kenapa Bau Terjadi di Industri Karet?

Bau menyengat pada karet mentah dan proses lateks seperti karet balok STR20/ SIR 20 terutama disebabkan oleh Volatile Fatty Acids (VFA) dan senyawa turunan sulfur. Senyawa ini terbentuk akibat penguraian bakteri terhadap protein dan komponen non-karet pada tahap awal pengolahan.

Bagaimana SANMIN THPS Membantu
1. Agen Antimikroba:
SANMIN THPS adalah biosida spektrum luas yang sangat efektif dan non-oksidasi. Di industri,  SANMIN THPS digunakan untuk membunuh bakteri penyebab bau sebelum bakteri tersebut mengurai bahan organik di karet alam dan menghasilkan VFA yang berbau.

2. Air Limbah & Scrubber:
SANMIN THPS sering dipakai dalam pengolahan air limbah industri untuk mengendalikan bau, membatasi pertumbuhan mikroba, dan mencegah terbentuknya sulfida. SANMIN THPS juga bisa diaplikasikan di wet scrubber untuk membantu menyaring gas volatil dari gas buang.

Bagaimana THPS MembantuAgen Antimikroba:

SANMIN THPS adalah biosida non-oksidasi berspektrum luas yang sangat efektif. Bahan ini digunakan di lingkungan industri untuk membunuh bakteri penyebab bau sebelum bakteri tersebut menguraikan bahan organik pada karet alam dan menghasilkan VFA berbau tidak sedap.


Pengolahan Air Limbah & Scrubber:
SANMIN THPS sering digunakan dalam pengolahan air limbah industri untuk mengendalikan bau, membatasi pertumbuhan mikroba, dan mencegah pembentukan sulfida. Bahan ini juga dapat digunakan pada wet scrubber untuk membantu menghilangkan gas volatil dari pembuangan udara.

Keterbatasan dan Risiko:
Tidak untuk Karet yang Sudah Divulkanisasi: Jika Anda ingin menghilangkan bau "ban baru" atau bau "karet terbakar" pada produk karet padat jadi (yang disebabkan oleh vulkanisasi sulfur dan minyak proses), SANMIN THPS tidak akan bekerja. SANMIN THPS tidak berikatan silang dengan polimer karet.

Terurai pada Suhu Tinggi:
Proses vulkanisasi/pencampuran karet standar melibatkan suhu yang sangat tinggi. THPS diketahui terurai pada suhu sekitar 111∘C, yang dapat melepaskan uap fosfor dan sulfur oksida yang menyengat dan mengiritasi.


Alternatif yang lebih baik untuk produk jadi

Jika tujuan Anda adalah menghilangkan bau pada produk karet atau plastik jadi (TPR/TPE), produsen biasanya mengandalkan solusi berikut, bukan SANMIN THPS melainkan sebagai berikut :

  • Penyerap/Penetral Bau:
Masterbatch atau aditif penetral bau spesifik (seperti minyak yang sangat dimurnikan) dicampurkan langsung ke dalam polimer untuk mengikat senyawa VOC yang menguap secara kimiawi.

  • Curing Pasca-Pemrosesan:
Memanaskan atau "menjemur" produk karet pada suhu terkontrol untuk mempercepat penguapan bahan kimia.

  • Neutralizer Semprot: 
Menyemprotkan agen penyamar bau atau penetral berbasis tanaman selama tahap pencampuran dan ekstrusi.







For any further info please feel free to contact us.



NEXT TOPICS 







Thursday, March 19, 2026

N-METHYL PYRROLIDONE ( NMP ) sebagai Pelarut Organik Polar Aprotik

N-metil pirolidon adalah pelarut aprotik ( NMP tidak memiliki atom hidrogen yang dapat membentuk ikatan hidrogen dengan zat lain, sehingga tidak dapat berinteraksi dengan zat lain melalui ikatan hidrogen ) dengan dielektrik tinggi ( NMP memiliki kemampuan yang baik untuk menghantarkan medan listrik, sehingga dapat melarutkan zat-zat yang memiliki muatan listrik ), yang melarutkan melalui interaksi dipol-dipol dengan zat terlarut. ( NMP melarutkan zat terlarut dengan cara berinteraksi dengan momen dipol / perbedaan muatan listrik pada zat terlarut, sehingga memungkinkan zat terlarut untuk larut dalam NMP )



N-Methyl-2-pyrrolidone (NMP) adalah pelarut organik polar aprotik berbentuk cairan bening dengan titik didih tinggi  adalah sekitar 202°C (396°F) pada tekanan atmosfer. Mudah bercampur dengan air dan pelarut organik lainnya. 


N-Methylpyrrolidone (NMP) adalah pelarut yang digunakan dalam berbagai industri dan aplikasi, seperti industri elektronik, baterai lithium,  penghilang cat dan pelapis, pengolahan petrokimia, pelapis plastik teknik, bahan kimia pertanian, pembersihan elektronik, dan pembersihan industri/rumah tangga.



Karakteristik Utama NMP:

  • Sifat Fisik: Cairan tidak berwarna, berbau ringan seperti amina, dan higroskopis (menyerap air).
  • Kelarutan: Dapat larut dalam air, alkohol, eter, aseton, dan hidrokarbon aromatik.
  • Stabilitas: Memiliki stabilitas kimia dan termal yang tinggi.

Aplikasi Utama Industri:

  • Baterai Lithium-ion: Pelarut dalam proses pelapisan elektroda (PVDF binder).
  • Elektronik: Pembersih papan sirkuit cetak (PCB) dan stripping lapisan tipis.
  • Petrokimia: Agen ekstraksi dalam pemurnian bahan kimia.
  • Cat & Pelapis: Bahan pelarut dan pelapis berkinerja tinggi.


Dimethylformamide (DMF) dan N-Methylpyrrolidone (NMP) adalah dua pelarut aprotik yang sering digunakan dalam industri kimia. Berikut beberapa perbedaan antara keduanya:


1. Struktur kimia:

  • DMF: (CH₃)₂N-CHO
  • NMP: C₅H₉NO

2. Titik didih:

  • DMF: 153°C
  • NMP: 202°C

3. Polaritas:

  • DMF: Polaritas tinggi (ε = 36,7)
  • NMP: Polaritas tinggi (ε = 32,2)

4. Kelarutan:

  • DMF: Dapat melarutkan berbagai macam zat, termasuk polimer, garam, dan senyawa organik
  • NMP: Dapat melarutkan berbagai macam zat, termasuk polimer, garam, dan senyawa organik, terutama yang memiliki gugus polar

5. Aplikasi:

  • DMF: Digunakan dalam industri kimia, farmasi, dan tekstil
  • NMP: Digunakan dalam industri kimia, farmasi, elektronik, dan pelapis


Dalam keseluruhan, DMF dan NMP memiliki sifat yang mirip, tetapi NMP memiliki titik didih yang lebih tinggi dan lebih stabil secara termal. DMF lebih sering digunakan dalam industri kimia dan farmasi, sedangkan NMP lebih sering digunakan dalam industri elektronik dan pelapis.



NMP untuk aplikasi industri Agrochem ( Kimia Agro )

N-Methylpyrrolidone (NMP) lebih banyak digunakan dalam industri agrochemical dibandingkan dengan Dimethyl Formamide (DMF). NMP digunakan sebagai pelarut dalam formulasi agrochemical, seperti pestisida dan herbisida, karena kemampuannya melarutkan senyawa organik dan stabilitas kimianya yang unggul.


Sementara itu, DMF juga digunakan dalam industri agrochemical, tetapi lebih sering digunakan sebagai pelarut dalam sintesis kimia dan produksi pestisida.



Emulsifiable concentrates (EC) adalah salah satu bentuk formulasi pestisida yang umum digunakan dalam bidang agro. EC adalah campuran pestisida aktif dengan pelarut dan surfaktan yang dapat membentuk emulsi stabil dalam air.


Dalam bentuk EC, pestisida aktif dilarutkan dalam pelarut organik, seperti xylene atau toluene, dan kemudian dicampur dengan surfaktan yang dapat mengurangi tegangan permukaan antara pestisida dan air. Ketika EC dicampur dengan air, pestisida aktif akan membentuk emulsi stabil yang dapat disemprotkan ke tanaman.


Pelarut aromatic seperti Xylene , Toluene adalah pelarut yang sangat baik untuk berbagai jenis pestisida, dan bersama dengan kosolven polar seperti N-metilpirolidon (NMP) atau dimetilformamida (DMF), dapat digunakan untuk memformulasikan sebagian besar formulasi EC dengan cara yang efektif dan hemat biaya.



Berikut beberapa contoh penggunaan NMP dan DMF dalam industri agrochemical:


NMP:

  • Digunakan sebagai pelarut dalam formulasi pestisida dan herbisida
  • Meningkatkan efektivitas dan stabilitas senyawa aktif
  • Digunakan dalam produksi fungisida, insektisida, dan herbisida
  • Contoh produk yang menggunakan NMP: glifosat, atrazin, dan imidacloprid


DMF:

  • Digunakan sebagai pelarut dalam sintesis kimia pestisida
  • Digunakan dalam produksi pestisida, herbisida, dan fungisida
  • Digunakan sebagai pelarut dalam formulasi pestisida dan herbisida
  • Contoh produk yang menggunakan DMF: malathion, parathion, dan cypermethrin








NEXT TOPICS : 





Tuesday, March 10, 2026

DIMETHYL FORMAMIDE ( DMF ) SOLVENT PELARUT

Dimethylformamide (DMF) adalah cairan organik tak berwarna, memiliki bau amis dengan titik didih sekitar 153°C. DMF sangat efektif sebagai pelarut untuk senyawa organik seperti resin dan plastik, serta digunakan dalam produksi farmasi dan pelapis cat. 

Dimetil Formamida (DMF) merupakan salah satu bahan kimia yang banyak digunakan dalam berbagai industri seperti dalam industri gas, acrylic fiber, polyurethane, plastik dan industri film. 

DMF digunakan terutama sebagai pelarut dalam berbagai proses industri, seperti pada sintesis polyacrylonitrile fiber. Selain itu DMF juga digunakan dalam industri – industri acrylic fiber, synthetic/artificial leather (polyurethane-based), elektronik (terutama pada industri printed circuit board) dan digunakan sebagai gas absorbent dalam pemisahan dan pemurnian gas pada industri – industri petrokimia.


Titik Didih        153°C

Titik Nyala          58°C

Suhu Swasulut 445°C

Ambang Ledakan 2,2-15,2%


Solvent inert adalah pelarut yang tidak bereaksi dengan reaktan atau produk dalam suatu reaksi kimia. Artinya, pelarut ini tidak mempengaruhi reaksi kimia yang terjadi, sehingga hanya berfungsi sebagai media untuk reaksi tersebut berlangsung. Contoh pelarut inert yang umum digunakan adalah dimetil formamida (DMF), toluena, dan xylene. Mereka tidak bereaksi dengan reaktan atau produk, sehingga dapat digunakan untuk membantu reaksi kimia tanpa mempengaruhi hasilnya.

Pelarut inert seperti DMF, Toluene, Xylene adalah  sebagai media reaksi cair untuk propoxylation (etoksilasi) poliol dengan titik leleh tinggi. Misalnya, DMF, pelarut yang baik untuk sukrosa dan propoxylation atau etoksilasi sukrosa dalam DMF dengan adanya amina tersier sebagai katalis, memberikan poliol yang sangat baik, dengan semua sukrosa padat bereaksi pada akhir reaksi.

DMF (Dimetil Formamida) adalah pelarut yang baik untuk sukrosa dan reaksi propoxylation. Hal ini berarti DMF dapat melarutkan sukrosa dengan baik dan memungkinkan reaksi propoxylation berlangsung dengan efektif.

Sukrosa adalah nama ilmiah untuk gula pasir (gula meja) yang biasa kita gunakan sehari-hari.

Propoxylation adalah reaksi kimia yang menambahkan gugus propoxy (C3H7O-) ke molekul lain, biasanya untuk meningkatkan sifat-sifat kimia atau fisiknya. Dalam konteks ini, propoxylation digunakan untuk mengubah sukrosa menjadi poliol, yang merupakan bahan baku untuk membuat poliuretan.

Kelemahan dari proses yang menggunakan pelarut inert adalah kebutuhan daur ulang pelarut, demi untuk memiliki proses yang ekonomis. Membutuhkan tangki penyimpanan untuk pelarut, pompa dan seterusnya, dan proses memiliki langkah-langkah tambahan untuk distilasi pelarut dan daur ulang. Seperti dalam semua proses yang menggunakan pelarut, pemulihan pelarut sebagian dan sebagian pelarut selalu hilang. 

Poliuretan linier larut dalam berbagai pelarut seperti: keton (metil etil keton, sikloheksanon, dan seterusnya), ester alkil asetat (metil asetat, butil asetat), THF, dimetilformamida, metilen klorida, trikloroetana, dan lain-lain.

Larutan yang dihasilkan sering digunakan untuk memproses serat 'spandex', pelapis, perekat, kulit sintetis, dan lain-lain.

Linear PU adalah singkatan dari Linear Polyurethane, yaitu jenis poliuretan yang memiliki struktur molekul linier (lurus).

Contoh Linear PU (Poliuretan Linier) adalah:

- Poliuretan termoplastik (TPU)

- Poliuretan elastomer (seperti yang digunakan dalam pembuatan sepatu olahraga)





Friday, March 6, 2026

SANMIN ALKYLDISULF 2A1 adalah anionic surfactant sebagai emulsifier atau dispersing agent

Sanmin Alkyldisulf 2A1 adalah salah satu surfactant dengan nama kimia Alkyldiphenyloxide Disulfonate Surfactant, type Anionic Surfactant.

Memiliki fungsi dan kegunaan sebagai berikut : 

memiliki kelarutan yang sangat baik, stabil dalam sistem asam, basa, pemutih, dan sistem oksidasi lainnya, dapat berfungsi sebagai dispersan, yaitu membantu menyebarkan partikel-partikel dalam suatu sistem, dapat berfungsi sebagai stabilizer emulsi, yaitu membantu menjaga kestabilan campuran antara dua cairan yang tidak dapat bercampur, 


Aplikasi kegunaan : 

  • Cleaners
  • Textile
  • Pulp & paper 
  • Agrochemicals
  • Oilfield
  • Emulsion polymerization 
  • Fragrance solubilization


Properties :

Actives, wt%                            :    45

Diluent                                     :  Water

Appearance                             : liquid, amber

pH, 10% aq solution                : 8-10.5

Viscosity at 25°C (77°F), cps  : 145

Density at 25°C (77°F), g/mL  : 1.10-1.20

Flash Pt, Closed Cup, ASTM D93 : none


Solubility and Compatibility : 

  • Soluble in water
  • Highly soluble in strong acid and alkali solutions








NEXT TOPICS 

Saturday, January 17, 2026

FUMED SILICA INDONESIA

Fumed Silica, juga dikenal sebagai Silika Asap, adalah bentuk amorf dari silika (SiO2) yang dihasilkan melalui proses penguapan silikon dioksida pada suhu tinggi dalam tungku listrik. Partikel-partikel kecil silika ini kemudian dikumpulkan melalui sistem filtrasi.


Manfaat dan Kegunaan:

  • Meningkatkan kekuatan tekan beton
  • Mengurangi permeabilitas beton
  • Meningkatkan durabilitas beton
  • Sebagai bahan pengawet dalam kemasan
  • Sebagai penyerap kelembaban
  • Sebagai bahan tambahan dalam produksi kaca, keramik, dan semen
  • Dalam industri farmasi, sebagai bahan pengisi dan pengemulsi
  • Dalam industri kosmetik, sebagai bahan pengabsorbsi dan pengemulsi.


Aplikasi:

  • Konstruksi beton
  • Industri farmasi
  • Industri kosmetik
  • Produksi kaca dan keramik
  • Pengawetan makanan dan obat-obatan
  • Penyerap kelembaban dalam kemasan

  • Synthetic Rubber applications
  • Adhesives and Sealants
  • Printing inks
  • Unsaturated polyesters resins, laminated resins and gel coats
  • Paints, coatings and pigments


Tahapan Cara Penggunaan dan Dosis:

  • Dalam konstruksi beton, Fumed Silica biasanya ditambahkan ke dalam campuran beton dengan proporsi 5-10% dari berat semen.
  • Dalam industri farmasi, Fumed Silica digunakan sebagai bahan pengisi dan pengemulsi dengan dosis yang bervariasi tergantung pada jenis produk.
  • Dalam industri kosmetik, Fumed Silica digunakan sebagai bahan pengabsorbsi dan pengemulsi dengan dosis yang bervariasi tergantung pada jenis produk.


Mohon dicatat bahwa dosis dan cara penggunaan Fumed Silica dapat bervariasi tergantung pada aplikasi dan jenis produk.


Fumed Silica dalam Fertilizer:

Fumed Silica dapat digunakan sebagai bahan tambahan dalam fertilizer (pupuk) untuk meningkatkan kualitas dan efektivitasnya.


Fungsi Fumed Silica dalam fertilizer adalah:

  • Sebagai anti-caking agent, mencegah penggumpalan pupuk
  • Meningkatkan fluiditas dan dispersi pupuk
  • Meningkatkan ketersediaan nutrisi bagi tanaman
  • Mengurangi kehilangan nutrisi akibat penguapan atau pencucian


Dosis Fumed Silica dalam fertilizer biasanya sekitar 0,5-2% dari berat total pupuk.


Fumed Silica dalam Pabrik Karet:

Fumed Silica juga dapat digunakan dalam industri karet sebagai bahan pengisi (filler) untuk meningkatkan sifat-sifat karet.


Fungsi Fumed Silica dalam karet adalah:

  • Meningkatkan kekuatan tarik dan ketahanan karet
  • Meningkatkan ketahanan abrasif karet
  • Mengurangi viskositas karet
  • Meningkatkan stabilitas termal karet


Dosis Fumed Silica dalam karet biasanya sekitar 10-30% dari berat total karet.

Dalam aplikasi pabrik karet, Fumed Silica dapat digunakan dalam proses produksi ban, sabuk, dan produk karet lainnya. 


Dalam aplikasi cat, Fumed Silica dapat digunakan sebagai:

  • Thixotrope (agen pengental)
  • Anti-settling agent (agen pencegah sedimentasi)
  • Matting agent (agen penghasil efek matte)


Dalam aplikasi tinta, Fumed Silica dapat digunakan sebagai:

  • Thixotrope (agen pengental)
  • Anti-settling agent (agen pencegah sedimentasi)
  • Dispersant (agen pendispersi)


Dalam aplikasi pigment, Fumed Silica dapat digunakan sebagai:

  • Dispersant (agen pendispersi)
  • Anti-settling agent (agen pencegah sedimentasi)


Dalam aplikasi masterbatch, Fumed Silica dapat digunakan sebagai:

  • Carrier (agen pembawa)
  • Dispersant (agen pendispersi)
  • Anti-settling agent (agen pencegah sedimentasi)


Dosis Fumed Silica yang umum digunakan dalam aplikasi-aplikasi tersebut adalah sekitar 0,5-5% dari berat total produk. 


Fumed Silica dan Silicon Dioxide (SiO2) adalah dua istilah yang sering digunakan secara bergantian, tetapi mereka tidak sama persis.


Silicon Dioxide (SiO2) adalah nama kimia untuk senyawa yang terdiri dari silikon dan oksigen.

SiO2 dapat ditemukan dalam berbagai bentuk, seperti:

  • Kristal (kuarsa, kristobalit, tridimit)
  • Amorf (silika amorf, termasuk Fumed Silica)
  • Hidrat (silika hidrat)


Fumed Silica adalah bentuk amorf dari Silicon Dioxide (SiO2) yang dihasilkan melalui proses penguapan silikon dioksida pada suhu tinggi. Fumed Silica memiliki struktur partikel yang sangat halus dan luas permukaan yang besar, membuatnya memiliki sifat-sifat unik.


Jadi, semua Fumed Silica adalah Silicon Dioxide, tetapi tidak semua Silicon Dioxide adalah Fumed Silica.







NEXT TOPICS 




Tuesday, December 30, 2025

Molecular Sieves untuk menyaring zat-zat yang tidak di perlukan pada gas, udara dan untuk menghasilkan oksigen

APA ITU MOLEKULER SIEVE ?

Molekuler Sieve adalah zeolit sintetik atau alumino silikat logam, dengan jaringan kristal tiga dimensi yang berpori. Molekuler Sieve memiliki ukuran pori yang teratur. 

Berdasarkan ukuran pori, maka dapat di klasifikan menjadi  3, 4, 5 atau 10 A meskipun ukuran pori sebenarnya sedikit lebih kecil dari nilai-nilai tersebut. Dengan "aktivasi", diperoleh adsorben yang sangat aktif. Aktivasi bertujuan untuk menghilangkan air zeolitik yang terkandung dalam adsorben. 

Kombinasi struktur pori yang seragam dengan kapasitas adsorpsi yang tinggi memungkinkan adsorpsi molekul selektif. " Molekuler Sieve " yang disebut demikian karena sifatnya yang menyaring molekul pada skala molekuler. 

Molekuler Sieve berbeda dari adsorben lain seperti silika gel atau alumina aktif, yang memiliki distribusi pori yang sangat luas. Molekuler Sieve adalah bahan yang mengandung pori-pori kecil dengan ukuran yang tepat dan seragam yang digunakan sebagai adsorben untuk gas dan cairan. Molekul yang cukup kecil untuk melewati pori-pori diadsorpsi sementara molekul yang lebih besar tidak. Ini berbeda dari filter biasa karena beroperasi pada tingkat molekuler. Misalnya, molekul air mungkin cukup kecil untuk melewati sementara molekul yang lebih besar tidak. 

Karena itu, mereka sering berfungsi sebagai desikan. Molekuler Sieve dapat mengadsorpsi air hingga 22% dari beratnya sendiri. Mereka sering terdiri dari mineral alumino silikat, tanah liat, kaca berpori, karbon aktif, zeolit, karbon aktif, atau senyawa sintetik yang memiliki struktur terbuka di mana molekul kecil, seperti nitrogen dan air dapat berdifusi.

Molekuler Sieve sering digunakan dalam industri minyak bumi, terutama untuk pemurnian aliran gas dan di laboratorium kimia untuk memisahkan senyawa dan mengeringkan bahan awal reaksi. 

Isi merkuri dari gas alam sangat berbahaya bagi pipa aluminium dan bagian lain dari peralatan likuifaksi - silika gel digunakan dalam kasus ini. Metode untuk regenerasi Molekuler Sieve termasuk perubahan tekanan (seperti pada konsentrator oksigen), pemanasan dan pembersihan dengan gas pembawa (seperti pada dehidrasi etanol), atau pemanasan di bawah vakum tinggi.


Jenis-jenis Molekuler Sieve :

  • 4 A adalah Molekuler Sieve dasar yang diperoleh dengan sintesis zeolit tipe A.
  • 3 A diperoleh dengan menggantikan sebagian kation natrium dari Molekuler Sieve 4 A dengan kation kalium.
  • 5 A diperoleh ketika kalium digantikan oleh kalsium sebagai kation substitusi.
  • 10 A (tipe 13 x atau Siliporite G 5) adalah Molekuler Sieve dasar yang diperoleh dengan sintesis zeolit tipe X.


Kemampuan adsorpsi:

  • 3 A (ukuran pori 3 Ã¥ngströms): mengadsorpsi NH3, H2O, (tidak C2H6), baik untuk mengeringkan cairan polar.
  • 4 A (ukuran pori 4 Ã¥ngströms): mengadsorpsi H2O, CO2, H2S, C2H4, C2H6, C3H6, EtOH. Tidak mengadsorpsi C3H8 dan hidrokarbon yang lebih tinggi. Baik untuk mengeringkan cairan dan gas non-polar.
  • 5 A (ukuran pori 5 Ã¥ngströms): mengadsorpsi hidrokarbon normal (linear) hingga n-C4H10, alkohol hingga C4H9OH, merkaptan hingga C4H9SH. Tidak mengadsorpsi isokomponen atau cincin yang lebih besar dari C4.
  • 10 X (ukuran pori 8 Ã¥ngströms): mengadsorpsi hidrokarbon bercabang dan aromatik. Berguna untuk mengeringkan gas.
  • 13 X (ukuran pori 10 Ã¥ngströms): mengadsorpsi di-n-butilamina (tidak tri-n-butilamina). Berguna untuk mengeringkan HMPA.












NEXT TOPICS